Sunday, June 8, 2014

pengertian jaringan topologi

Topologi merupakan istilah standar yang banyak digunakan oleh para network
engginer dan merupakan rancangan dasar sebuah jaringan. Pemilihan satu topologi akan dapat memengaruhi jenis peralatan yang diperlukan oleh jaringan, kemampuan jaringan, pertumbuhan jaringan, dan cara jaringan diatur.

Topologi jaringan yang biasa digunakan ada tiga jenis, yaitu jaringan BUS, Ring, dan Star.
a. Topologi BUS
Karakteristik topologi BUS adalah sebagai berikut.

1) Disebut juga Daisy Chain.

2) Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi.

3) Terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus, yang mana kemudian
     masing-masing node dihubungkan ke dalam jalur garis tersebut.

4) Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya,
     ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama.

5) Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), karena sinyal mengalir dalam dua arah.

6) Problem terbesar jika salah satu segmen kabel terputus, maka jaringan akan terhenti.
7) Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
8) Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat
     node-node sepanjang kabel.
9) Instalasi mudah dilakukan.

b. Jaringan Ring
Karakteristik topologi ini adalah sebagai berikut.

1) Dalam topologi ring ini setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga
    membentuk lingkaran.

2) Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan
    beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini
    memiliki kelemahan yaitu jika pada salah satu hubungan ada yang putus maka
    keseluruhan hubungan terputus.

c. Jaringan Star
Karakteristik tipologi ini sebagai berikut.

1) Medium transmisi yang digunakan dalam tipe ini membentuk jalur tertutup (closed loop)
    dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan filter
    server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal apabila ada salah satu kabel pada workstation
    yang terganggu.

2) Mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke
    central node

3) Dapat digunakan kabel yang low grade karena hanya menghandle satu lalu lintas data,
     biasanya digunakan kabel UTP. Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat
    (biasanya berupa hub) sehingga mudah dikembangkan.

4) Keuntungannya dari topologi start adalah jika satu kabel node terputus, node lainnya
     tidak terganggu.


No comments:

Post a Comment